Perjalanan Si Petani Jadi Pemimpin: Kisah F2P dari Ditendang Sampai Mimpin
Wednesday, July 30, 2025
Add Comment
Waktu itu...
KD 3766 baru buka 3 jam. Aku — si bocah penuh mimpi tapi belum punya komandan kece — langsung bikin akun. Semangatnya level 9000, kayak mau daftar jadi raja.
Pas lihat ada aliansi namanya aliansi Indonesia, langsung masuk. Dalam hati, “Wah, ini pasti rumah bangsa sendiri!” Aku diterima! Bahagia dong, kayak ketemu jodoh yang baru on 5 menit lalu udah sayang.
Gak lama aku bantu bangun CF. Serius, semua dikirim: pasukan, kayu, batu, bahkan doa. CF pun berdiri megah, kokoh, indah…
Dan setelah CF selesai?
AKU DIKICK.
Iya, kampret emang. Kayak bantu bangun rumah terus gak dikasih kunci. Sakitnya lebih perih dari putus pas pulsa habis.
Dengan luka di hati dan bekal sumber daya sekarung, aku pindah.
Dan tibalah aku di aliansi yang jadi titik balik segalanya: RW66.
Awalnya sih cuma tukang panen. Tapi karena rajin, cerewet, dan gak baperan, aku dikasih jabatan: Konsoler.
Tugasnya?
Ngurus drama, bantu orang galau, mediasi masalah diplomatik yang kadang lebih rumit dari skripsi. Tapi ya dijalani aja… sambil ketawa sendiri lihat chat aliansi yang isinya 70% meme dan 30% keluhan.
Lama-lama aku makin ngerti:
Strategi perang, manajemen pasukan, bahkan cara ngeles kalau salah arah rally.
Lalu, entah karena takdir atau karena orang-orang mager jadi leader,
AKU DIANGKAT JADI LEADER DI IL66.
Dan ini bukan aliansi kaleng-kaleng — IL66 adalah Top 3 aliansi di KD 3766.
Dulu cuma petani galau, sekarang jadi penentu arah perang.
Bukan karena top-up. Tapi karena:
🌾 Konsistensi farming
🧠 Otak dingin
💬 Bacot berkualitas
🤝 Dan loyalitas tanpa syarat
---
> “Dulu bantu CF lalu dibuang. Sekarang bangun kerajaan sendiri.”
— Petani yang naik tahta
Dan buat kamu yang sekarang masih panen solo, jangan menyerah.
Mungkin kamu calon LEADER selanjutnya.
Salam hormat,
- TEPTEP, sang mantan konsoler yang sekarang jadi pemimpin
---

0 Response to "Perjalanan Si Petani Jadi Pemimpin: Kisah F2P dari Ditendang Sampai Mimpin"
Post a Comment